Site icon SIN Manokwari

Meningkatnya Varian Covid-19 Membuat Harga Minyak Mentah Dunia Melemah

Petugas berkomunikasi saat memeriksa Rig (alat pengebor) elektrik D-1500E di Daerah operasi pengeboran sumur JST-A2 Pertamina EP Asset 3, Desa kalentambo, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). Pertamina EP menargetkan produksi minyak pada tahun 2020 sebesar 85.000 barel per hari (BOPD) dan gas 932 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Harga minyak mentah dunia melemah pada penutupan perdagangan Kamis (26/8/2021) seiring meningkatnya kekhawatiran permintaan melemah akibat meluasnya pembatasan kegiatan terkait Covid-19.

Pada penutupan Kamis, harga minyak mentah jenis Brent turun 0,7% ke US$ 71,75 per barel, WTI turun 1% ke US$ 67,71 per barel. Pada Jumat pagi di Asia, Brent naik 0,75% ke US$ 71,6 per barel, dan WTI naik 0,73% ke US$ 67,91.

Kekhawatiran akan penyebaran varian delta menekan permintaan minyak mentah dunia dan komoditas lainnya. Namun, di sisi lain, program vaksinasi terus dipercepat oleh berbagai negara.

Hingga Rabu kemarin, harga minyak mentah menguat sekitar 10% dari awal pekan. Menguatnya harga minyak mentah seiring dengan menurunnya cadangan minyak AS di tengah meningkatnya permintaan BBM ke level tertinggi sejak awal pandemi atau Maret 2020. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

Exit mobile version